Kembali Kepada Alkitab

Pendahuluan

    Di dalam mempelajari pelajaran ini hal yang paling pertama kita perhatikan ialah memikirkan dengan sungguh-sungguh bahwa Tuhan menyediakan sesuatu untuk keselamatan kita.  Kasih yang besar dan anugerah yang telah Dia tunjukkan dan banyak hal lain yang telah Dia lakukan demi keselamatan kita, hal ini tentu akan mendorong kita untuk memikirkan jiwa kita.  Di dalam Yohanes 3:16 menyatakan kepada kita bahwa Tuhan mengasihi kita, di dalam ayat ini kita dapat mengetahui:
    Besarnya kasih Allah.  “Karena demikian besar kasih Allah akan isi dunia ini ....”  Di dalam ayat ini dinyatakan bahwa kasihNya ditujukan kepada semua suku-suku, orang kaya, orang miskin, anak muda dan orang tua.  Kasih Tuhan adalah untuk semua umat manusia.
    Dalamnya kasih Allah.  “Allah sangat mengasihi dunia ini ....”    Tuhan sangat mengasihi dunia ini, itulah sebabnya sehingga Dia memberikan korban yang paling baik untuk keselamatan.
    Bukti kasih Allah.  “.... sehingga dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal itu ....”  Oleh karena Tuhan sangat memperhatikan, itulah sebabnya sehingga Dia memberikan anakNya yang tunggal itu agar kita memperoleh keselamatan, bukankah dengan cara itu saya juga harus memikirkan tentang keselamatan saya?  Tuhan memikirkan keselamatan saya, Dia telah menunjukkan kasih yang begitu besar, Dia telah melakukan berbagai hal untuk saya.  Sekarang saya hendak menunjukkan hormat saya kepada Allah dengan mempelajari apa yang Dia inginkan agar saya memperoleh keselamatan.

Pertanyaan dinyatakan dengan jelas

    Banyak pertanyaan-pertanyaan yang penting, tetapi yang paling penting ialah: “Apakah yang harus saya lakukan agar memperoleh keselamatan?”  Pertanyaannya bukanlah “Apa yang harus dilakukan Abraham untuk memperoleh keselamatan pada zaman bapa-bapa?    Perlu bagi Abraham agar dia meninggalkan negerinya Urkasdim (Kejadian 11:31; 12:1-3).  Perlu bagi Abraham untuk mempersembahkan korban yaitu Ishak anaknya di atas mezbah (Kejadian 22:2), dan tidak perlu bagi kita untuk melakukan hal yang demikian pada zaman sekarang untuk memperoleh keselamatan.  Tuhan tidak menginginkan hal-hal yang demikian yang telah dilakukan oleh Abraham agar dosa kita diampuni.  Dan pertanyaannya bukan juga, “apakah yang harus dilakukan Daud pada zaman Musa agar dia memperoleh keselamatan?”  Daud mempersembahkan korban bakaran (2 Samuel 24:24, 25) dan Tuhan tidak menginginkan hal-hal yang demikian dari kita agar dosa kita dapat diampuni.  Pertanyaannya ialah, “apakah yang harus saya lakukan di dalam zaman Kekristenan agar saya memperoleh keselamatan?”  Tuhan memerintahkan orang-orang di dalam zaman yang berbeda untuk melakukan hal-hal yang berbeda-beda juga agar memperoleh keselamatan.  Pada zaman Bapa-bapa Tuhan memerintahkan agar Nuh membangun sebuah bahtera demi keselamatannya.  Tuhan tidak memerintahkan hal itu kepada kita agar kita memperoleh keselamatan.  Sekalipun kita mau meluangkan seluruh masa kehidupan kita untuk membangun sebuah bahtera di dalam dunia ini, namun hal itu tidak berkenan kepada Allah dan perbuatan kita itu tidak akan menyelamatkan kita dari dosa kita.  Pada zaman Musa, Tuhan memerintahkan agar orang-orang Israel melakukan perayaan pada hari penyucian yaitu pada hari kesepuluh bulan ke-tujuh dan hal itu akan dilakukan setiap tahun (Imamat 16:29, 30).  Imam-imam akan mempersembahkan korban untuk dosa-dosa orang Israel, dan Tuhan tidak memerintahkan hal itu kepada kita.  Jikalau kita melakukan hal yang demikian sekarang ini, hal itu tidak akan berkenan kepada Tuhan, dan perbuatan kita itu tentunya tidak akan mengampuni dosa kita.  Tuhan tidak memerintahkan hal itu kepada kita.  Pertanyaannya ialah, “apakah yang diperintahkan oleh Allah kepada kita di zaman Kekristenan ini agar kita memperoleh keselamatan?”

Seperti pertanyaan yang ditanyakan di dalam Alkitab

    Walaupun Tuhan memerintahkan hal-hal yang berbeda-beda kepada orang-orang yang hidup di dalam zaman yang berbeda agar mereka memperoleh keselamatan, namun semua prinsip-prinsip itu selalu benar.  Prinsipnya yaitu bahwa Tuhan selalu menginginkan agar manusia beriman dan taat.  Nuh taat kepada Tuhan, “lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikialah dilakukannya” (Kejadian 6:22).  Abraham taat kepada Tuhan.  “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui” (Ibrani 11:8).  Alkitab mengajar kita agar kita taat kepada Tuhan sekarang ini.  Yesus berkata, "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46).   “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya” (Ibrani 5:8, 9).  Di dalam tiap-tiap era atau zaman, manusia tidak akan pernah berkenan kepada Allah tanpa iman dan ketaatan, dan hal ini juga benar di dalam zaman Kekristenan.
    Betapa berterima-kasihnya kita karena jalan menuju keselamatan itu sangat jelas, sederhana dan merangkap segala-galanya.  Di dalam Alkitab tidak pernah seseorang gagal memperoleh keselamatan oleh karena dia tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Kristus untuk dia lakukan.  Dan tidak pernah ada seseorang gagal memperoleh keselamatan oleh karena dia tidak dapat melakukan apa yang diinginkan oleh Kristus untuk dia lakukan.
    Pada hari Pentakosta kira-kira 3000 orang bertanya, “... apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" (Kisah Rasul 2:37).  Kemudian diberitahukan kepada mereka apakah yang harus mereka lakukan (Kisah Rasul 2:38) dan mereka melakukan perintah itu (Kisah Rasul 2:41).  Saul dari Tarsus bertanya tentang apa yang harus dia lakukan dan Tuhan berkata kepadanya, “... bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat” (Kisah Rasul 9:6).  Kepala penjara bertanya, " ....Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" (Kisah Rasul 16:30), kemudian rasul-rasul itu memberitahukan kepadanya apa yang harus dia lakukan (Kisah Rasul 16:31), rasul-rasul itupun mengajarkan Firman Tuhan kepadanya (Kisah Rasul 16:32) dan pada waktu yang sama pada malam itu dia taat kepada Tuhan dan memperoleh keselamatan (Kisah Rasul 16:33, 34).   Di dalam Perjanjian Baru apabila seseorang itu sudah diyakinkan tentang dosanya, mereka bertanya apa yang harus mereka lakukan untuk memperoleh keselamatan.  Pertanyaan mereka itu tidak pernah seperti ini, “apa yang akan saya peroleh?” atau “harus bagaimana perasaan saya?” tetapi “apa yang harus saya lakukan?”  Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang berdasarkan ayat-ayat Alkitab dan penting untuk kita pelajari, “apa yang harus saya lakukan agar memperoleh keselamatan?”

Jawaban Pertanyaan

    Beriman adalah merupakan langkah yang pertama yang harus dimiliki oleh seseorang agar memperoleh keselamatan.  “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6).  Dengan cara yang bagaimanakah seseorang memperoleh iman yang menyelamatkan itu?  “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17).   “Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya” (Yohanes 20:31).  Sebab tanpa iman mustahil diperkenankan Allah, maka iman merupakan langkah yang paling pertama yang harus dimiliki oleh seseorang yang berdosa.  Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa orang-orang yang berdosa tidak dapat memperkenankan Allah tanpa iman dan iman itu datang dari pendengaran yaitu mendengarkan akan firman Allah.  Hal-hal yang dituliskan dalam Alkitab telah tertulis agar kita dapat percaya.  Iman kita haruslah berdasarkan pada firman Allah.  Kemudian pertobatan adalah merupakan langkah  kedua yang harus dimiliki oleh seseorang agar memperoleh keselamatan.  Petrus memerintahkan orang-orang pada hari Pentakosta agar  "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kisah Rasul 2:38).  Tuhan memerintahkan agar semua manusia bertobat (Kisah Rasul 17:30).  Paulus memberitakan firman Tuhan kepada orang kafir, “.... bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu (Kisah Rasul 26:20).  Pertobatan bukan semata-mata perasaan menyesal atas dosa-dosa kita, melainkan hendaklah penyesalan yang berdasarkan kehendak Allah mengerjakan pertobatan atau melakukan pertobatan (2 Korintus 7:10).  Arti pertobatan ialah berpaling dari dosa-dosa kita, dan tidak melakukan dosa-dosa itu lagi, dan meninggalkan dosa itu.  Langkah ketiga yang harus dimiliki seseorang agar memperoleh keselamatan ialah mengaku.  Yesus mengajar kita agar kita mengakui Dia dihadapan manusia (Matius 10:32).   “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10).  Oleh karena kita harus mengaku Kristus dan pengakuan itu dilakukan dengan mulut, maka pengakuan itu haruslah dilakukan dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan.  Hendaknya pengakuan ini jangan merupakan kata-kata kosong, karena kita harus mengakui dan mengetahui bahwa Kristus sebagai Juru Selamat dan berjanji bahwa kita akan mengikuti dan melayani Dia sebagai Tuan kita.  Kita mempunyai pengakuan yang dilakukan oleh seseorang menuju keselamatan.  Filipus memberitakan Yesus kepada sida-sida yang datang dari Etiopia (Kisah Rasul 8:35).  Pada waktu sida-sida  itu sedang mendengarkan Filipus memberitakan tentang Yesus, ia berkata,  ....  "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" (Kisah Rasul 8:36).  Filipus menjawab pertanyaan itu,  "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Kemudian sida-sida menjawab: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah" (Kisah Rasul 8:37).  Di atas pengakuan ini Filipus membaptiskan dia dan ketika sida-sida itu keluar dari air itu dia-pun melanjutkan perjalanannya dengan penuh suka-cita (Kisah Rasul 8:38, 39).
    Langkah yang ke-empat yang harus dimiliki oleh seseorang agar dia memperoleh keselamatan ialah dibaptiskan.  Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa baptisan adalah merupakan suatu persyaratan menuju keselamatan sama seperti iman, pertobatan dan pengakuan.  Bagaimanakah pengajaran Alkitab tentang baptisan dan keselamatan?  Yesus berkata, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum” (Markus 16:16).  Petrus berkata,  "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, .... ” (Kisah Rasul 2:38).  Ananias berkata kepada Saul dari Tarsus, “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!” (Kisah Rasul 22:16).  Paulus berkata, “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Roma 6:4).  Di dalam ayat-ayat Alkitab selalu kita temukan bahwa baptisan dan keselamatan itu dinyatakan bersama-sama, baptisan selalu mendahului keselamatan dan pada akhir seseorang itu dibaptiskan barulah janji Kristus untuk keampunan dosa bagi orang-orang berdosa itu terpenuhi.  Bacalah ayat-ayat Alkitab berikut ini di dalam Alkitab dan perhatikan susunan baptisan dan keselamatan.
Markus 16:16 - Percaya dan dibaptiskan.  Percaya - dibaptiskan - selamat.
Kisah Rasul 2:38  - Bertobat - dibaptiskan - jalan keampunan dosa-dosa.
Kisah Rasul 22:16 - Bangkit - dibaptiskan - agar dosamu disucikan.
Roma 6:4 - Baptisan - kehidupan yang baru.

    Di dalam Markus 16:16 kita dapat mengetahui bahwa “percaya” harus dimiliki seseorang sebelum “selamat”.    Ini membuktikan bahwa percaya harus dimiliki oleh seseorang sebelum dia dibaptiskan.  Hal ini berarti bahwa percaya perlu dimiliki oleh seseorang agar dia selamat bukan?  Sesungguhnya demikian!  Saudara juga akan mengetahui bahwa pertama-tama seseorang harus dibaptiskan baru selamat.  Dengan demikian kita dapat mengetahui bahwa jikalau “percaya” harus dilakukan oleh seseorang sebelum keselamatan.  Hal ini membuktikan bahwa “percaya” perlu dimiliki oleh seseorang menuju keselamatan, kemudian dibaptiskan, baru kemudian memperoleh keselamatan.  Hal itu juga membuktikan bahwa baptisan itu perlu untuk keselamatan.
    Di dalam Kisah Rasul 2:38, “Bertobat” dilakukan oleh seseorang pertama-tama sebelum pengampunan dosa-dosanya.  Hal ini membuktikan bahwa “pertobatan” dilakukan oleh seseorang demi “pengampunan dosa-dosanya” maka pertobatan itu penting agar dosa kita diampuni bukan?  Sesungguhnya demikianlah adanya!  Saudara juga akan mengetahui bahwa “baptisan” harus dilakukan seseorang sebelum “pengampunan dosa-dosanya”.  Kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa jikalau “pertobatan” harus dilakukan oleh seseorang sebelum pengampunan dosa-dosanya, hal ini menyatakan bahwa “pertobatan” dibutuhkan agar dosa-dosanya diampuni, kemudian baptisan harus dilakukan sebelum pengampunan dosa-dosanya.  Ini juga membuktikan bahwa baptisan itu dibutuhkan agar dosanya dapat diampuni.

Apakah Baptisan Berdasarkan Alkitab?

    Sebelum seseorang dibaptiskan berdasarkan baptisan Alkitab, pertama-tama dia harus percaya.   “Siapa yang percaya dan dibaptiskan  akan diselamatkan, ...” (Markus 16:16).  Juga sebelum seseorang itu dibaptiskan berdasarkan baptisan Alkitab, dia juga harus bertobat.  "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, ....” (Kisah Rasul 2:38).  Oleh karena anak kecil (bayi) tidak dapat percaya bahkan tidak  perlu dia bertobat, dan juga tidak perlu dibaptiskan.  Bayi tidak perlu dibaptiskan agar memperoleh keselamatan karena dia tidak sesat, dia selamat.
    Baptisan Alkitabiah adalah diselamkan.  Sebelum dibaptiskan perlu “.... turun .... ke dalam air ...” dan “keluar .... dari air ....” (Kisah Rasul 8:38, 39).  Baptisan itu adalah penguburan.  “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, ....” (Roma 6:4).   “Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, ....” (Kolose 2:12).  Percikan bukanlah merupakan sebuah baptisan oleh karena percikan itu bukanlah penguburan.  Dan juga di dalam percikan itu tidak perlu bagi seseorang masuk ke dalam air atau ke luar dari air.
    Baptisan Alkitab membawa kita ke dalam Kristus.  “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus” (Galatia 3:27).
    Iman adalah langkah pertama, sebab kita mempelajari dalam Ibrani 11:6 bahwa kita tidak diperkenankan oleh Allah jika tidak mempunyai iman.  Langkah pertama ini merupakan langkah yang penting tetapi seseorang itu belumlah berada dalam Kristus, kemudian pertobatan adalah langkah yang kedua dan kita tidak akan memperoleh keselamatan tanpa pertobatan (Lukas 13:3). Sekalipun langkah yang ke dua ini merupakan langkah yang penting, tetapi seseorang itu belum berada dalam Kristus yang didalamnya kita memperoleh keselamatan.  Langkah yang ketiga adalah pengakuan.  Jikalau kita tidak mengakui Kristus dihadapan manusia, maka Kristus itu tidak akan mengakui kita dihadapan Bapa yang di surga (Matius 10:32, 33).  Langkah yang ketiga ini harus dilakukan oleh seseorang agar dia semakin dekat menuju keselamatan dibandingkan dengan seseorang yang baru mulai dengan iman.  Tetapi sekalipun dia sudah pada langkah yang ketiga, dia belum berada dalam Kristus.  Langkah yang ke-empat adalah baptisan dan di dalam baptisan inilah Alkitab menyatakan bahwa kita telah masuk bersalut dengan Kristus.  “Karena seberapa banyak kamu, yang dibaptiskan kepada Kristus, sudah bersalut dengan Kristus” (Galatia 3:27).  Ayat ini adalah merupakan ayat yang harmonis dengan ayat-ayat lain yang terdapat dalam Alkitab yang sudah kita pelajari dimana ayat tersebut menunjukkan bahwa baptisan adalah merupakan salah satu persyaratan menuju keselamatan.  Setiap langkah-langkah itu merupakan hal-hal yang perlu tetapi pada baptisan ini adalah merupakan akhir dari pada persyaratan agar kita masuk kepada Kristus yang didalamnya kita memperoleh keselamatan.
    Apabila Saudara belum melakukan langkah-langkah ini agar memperoleh keselamatan, kami menghimbau Saudara untuk melakukannya.  Jikalau Saudara sudah melakukan langkah-langkah ini agar Saudara masuk ke dalam Kristus, pada waktu yang sama Saudara akan menjadi anggota tubuh yang rohani (1 Korintus 12:13), menjadi anggota jemaat (Kisah Rasul 2:41; Kolose 1:18).  Saudara menjadi seorang Kristen (Kisah Rasul 11:26).  Tuhan telah menunjukkan kasihNya kepada kita dengan mengutus Kristus mati untuk kita (Roma 5:8).  Kristus telah menunjukkan kasihNya kepada kita dan Dia telah memberikan jalan keselamatan yang jelas.  Kami menghimbau Saudara agar percaya kepada Kristus, bertobat, mengaku Kristus dan dibaptiskan ke dalam Kristus.  Jikalau Saudara membutuhkan pertolongan, silahkan hubungi kami.


Berikan jawaban yang singkat

1.    Sebutkan 3 hal yang kita pelajari di dalam Yohanes 3:16 tentang kasih Allah.
2.    Dengan cara bagaimanakah Tuhan menunjukkan kasihNya kepada kita?
3.    Diantara pertanyaan-pertanyaan yang penting, yang manakah pertanyaan yang paling penting?
4.    Apakah prinsip yang selalu benar di setiap zaman?
5.    Pertanyaan di dalam pelajaran kita dengan jelas dinyatakan yaitu di dalam umur berapa tahunkah kita akan melakukan perintah-perintah Allah agar kita memperoleh keselamatan?
6.    Apakah langkah pertama menuju keselamatan?
7.    Apakah langkah kedua menuju keselamatan?
8.    Apakah langkah ketiga menuju keselamatan?
9.    Apakah langkah keempat menuju keselamatan?
10.    Sebutkan langkah di dalam keselamatan yang membawa kita masuk ke dalam Kristus.

Pilih jawaban yang benar (berikan garis di bawah jawaban yang benar).

1.    Di dalam Alkitab (tidak ada seorang-pun -  banyak orang)  tidak memperoleh keselamatan oleh karena mereka tidak dapat mengerti apa yang diinginkan oleh Kristus dari mereka.
2.    Di dalam Perjanjian Baru ketika orang-orang berdosa itu telah yakin tentang dosa mereka, mereka bertanya, (apa yang akan diperoleh? - harus bagaimanakah perasaan mereka? -  apa yang harus dilakukan?)
3.    Iman datang dari (pengalaman-pengalaman pribadi - ketakutan - mendengarkan Firman Allah).
4.    Baptisan Alkitab pertama-tama dilakukan (sebelum - setelah keselamatan).
5.    Bayi-bayi (harus dibaptiskan -  tidak perlu dibaptiskan).
6.    Baptisan Alkitab adalah (diselamkan - dipercikan).
7.    Keselamatan ada (di dalam Kristus - di luar Kristus).
8.    Kita (percaya kepada Kristus -  telah dibaptiskan kepada Kristus).
9.    Apabila kita telah dibaptiskan ke dalam Kristus, kita (menjadi seorang anggota jemaat -  tidak menjadi anggota jemaat).
10.    Kita menjadi seorang Kristen (sebelum datang kepada Kristus - setelah datang kepada Kristus).

Benar atau Salah (Tulis B jika benar dan S jika salah)

_____    1.    Allah memerintahkan Nuh agar membangun sebuah bahtera di zaman Bapa-bapa.
_____    2.    Zaman sekarang kita harus merayakan hari penyucian.
_____    3.    Kristus menjadi pemberi keselamatan kepada orang-orang yang memanggil Dia, Tuhan, Tuhan.
_____    4.    Ketika Saul dari Tarsus bertanya, “Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki untuk aku lakukan?”  Yesus mengatakan kepadanya, “Berdoalah terus menerus”.
_____    5.    Ketika kepala penjara itu bertanya, “Tuan-tuan, apakah yang harus saya lakukan agar memperoleh keselamatan?”  Kemudian rasul itu berkata kepadanya, “Percaya dan tidak usah dibaptis hingga 3 bulan kemudian”.
_____    6.    Iman kita harus berdasarkan Firman Allah.
_____    7.    Pertobatan berarti berpaling dari atau meninggalkan dosa.
_____    8.    Apabila kita mengakui Kristus berarti kita berjanji akan mengikuti atau melayani Dia.
_____    9.    Oleh karena iman itu harus dimiliki oleh seseorang sebelum memperoleh keselamatan (Markus 16:16), hal ini menunjukkan bahwa iman itu perlu menuju keselamatan.
_____    10.    Oleh sebab baptisan itu harus dilakukan seseorang, pertama-tama sebelum selamat (Markus 16:16), hal ini menunjukkan bahwa baptisan itu perlu menuju keselamatan.

Siapakah  Dia?  (Berikan garis bawah dibawah nama yang benar)

1.    (Abraham - Daud) dipanggil keluar kepada suatu tempat yang akan ditunjukkan kepadanya kemudian menjadi warisannya.
2.    (Sida-sida - Saul)  telah diperintahkan untuk bangkit dan pergi ke dalam kota dan disana dia akan diperintahkan apa yang harus dia lakukan.
3.    (Kepala penjara - orang-orang pada hari Pentakosta) bertanya, “tuan-tuan dan saudara-saudara, apa yang harus kami lakukan?”
4.    (Kepala penjara - sida-sida)  masuk ke dalam air, dan dibaptiskan dan keluar dari dalam air (Kisah Rasul 8:38, 39).
5.    (Ananias - Filipus) berkata kepada Saul, “bangkitlah dan memberi dirimu dibaptis dan sucikan dirimu dari pada dosamu.”


Ayat Alkitab yang mana?

(Di dalam tempat yang sudah disediakan, tulislah ayat-ayat yang berhubungan dengan sebagian bunyi ayat-ayat yang ada di bawah ini.  Dan semua ayat-ayat Alkitab yang berhubungan di bawah ini terdapat di dalam pelajaran ini.  Pertanyaan pertama telah diberi jawaban yang benar untuk Saudara).

1.    Kasih Tuhan terhadap kita Yohanes 3:16
2.    Iman itu perlu __________________
3.    Bagaimana iman itu timbul ___________________
4.    Pertobatan diperlukan ______________________
5.    Pengakuan diperlukan _____________________
6.    Apakah yang perlu kita akui? ___________________
7.    Baptisan diperlukan ________________________
8.    Baptisan itu membawa kita ke dalam Kristus _________________

Bagi Anda yang ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan secara online, silakan klik tombol form berikut ini:



Bagi Anda yang ingin mengirimkan jawaban melalui pos, silakan lengkapi data Anda sebagai berikut:
Nama: __________________________________
Alamat: __________________________________
Telpon: __________________________________
Kodepos: ________________________________

Lalu kirimkan kepada kami di alamat ini:

Kursus Alkitab Gratis
Jln. Griya Fantasi Blk 2 D/8 Way Halim Permai
Bandar Lampung 35135, Lampung - Indonesia
Email: suarainjil1989@gmail.com; ypaagape@gmail.com