Dionysius Exiguus, seorang rahib (biarawan) abab ke-enam Masehi adalah orang yang pertama kali menyarankan penanggalan semua peristiwa dunia Kristen mulai dari lahirnya Kristus. Dia mencoba untuk menentukan tahun kelahiran Yesus. Kira-kira tahun 525 M, dia mengumumkan bahwa Yesus lahir pada tahun 735 sesuai kalender  sejarah Roma. Tetapi beberapa tahun kemudian, ditemukan bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan 4  tahun lebih mengenai kelahiran Yesus, sehingga sejak saat itu diputuskan untuk tidak lagi menggunakan catatan sejarah dunia dalam memperkirakan kapan Yesus lahir.
    Alkitab tidak mencatat kapan tepatnya Yesus lahir, tetapi kita dapat mempertimbangkan beberapa informasi berikut ini.
    Catatan sejarah menunjukkan bahwa Herodes Agung mati pada awal musim semi 750 (menurut kalender Roma). Yesus lahir 6 bulan lebih awal (749) sebelum kematian Herodes Agung atau 4 tahun lebih awal dari perkiraan Dionysius Exiguus).
    Lukas menulis bahwa Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya “pada tahun ke-limabelas pemerintahan Kaisar Tiberius” (Lukas 3:1a). Katakan saja jika Lukas menggunakan tahun 765 sebagai permulaan pemerintahan Tiberius, dan  Yohanes berusia 30 tahun ketika memulai pelayanannya, maka kelahiran Yohanes kira-kira tahun 750 dan Yesus lahir enam tahun kemudian.
    Pada perayaan Paskah pertama sejak pelayanan Yesus, dinyatakan bahwa orang-orang telah memulai pembangunan bait Allah 46 tahun  sebelumnya atas perintah Herodes Agung (lih. Yohanes 2:20). Catatan-catatan sejarah yang ada menunjukkan bahwa Herodes memulai proyek pembangunan itu pada tahun 750, yang berarti akan menempatkan peristiwa  dalam Yohanes 2 pada tahun 781. Jadi dapat dikatakan bahwa perayaan Paskah pertama ini jatuh pada 31 tahun usia Yesus. Itu berarti  kelahiran Yesus kira-kira tahun 750.
Berdasarkan semua informasi di atas, maka  dapat diperkirakan bahwa kelahiran Yesus adalah tahun 749 atau 750 menurut kalender Roma -dengan kata lain 4 atau 5 sebelum Masehi.
    Pada abad-abad setelah berdirinya gereja Perjanjian Baru, beberapa orang memberikan  sejumlah tanggal kelahiran Yesus, seperti 5 Januari, 20 April, 20 Mei, dan 25 Desember. D. George Vanderlip mengatakan : “Bulan kelahiran Yesus tidak diketahui. Tidak ada perayaan yang diadakan oleh gereja untuk memperingati kelahiran Yesus hingga awal abad ke-empat. Tanggal 25 Desember dipilih untuk merayakan kelahiran Yesus sebagai ganti dari perayaan penyembahan berhala Roma, Saturnalia yang biasanya dirayakan pada tanggal ini  untuk menghormati dewa orang Roma, Saturn.”
    Tentang waktu kelahiran Yesus yang disetujui oleh para sarjana teologia kemungkinan bukan  pada musim dingin.  A.T. Robertson menulis : “Hal yang paling penting muncul untuk membuktikan bahwa tanggal 25 Desember bukanlah waktu yang tepat tentang kelahiran Yesus adalah, karena para gembala akan berada di padang bersama kawanan ternak pada malam hari  biasanya mulai bulan November hingga Maret. Pada bulan Desember  berada di daerah-daerah pegunungan sejauh sebelah selatan Betlehem. Dan disamping itu juga, Perjalanan panjang dari Nazaret ke Betlehem  akan sangat susah dilalui oleh Yusuf dan Maria pada musim dingin dan musim hujan.”
    H.I. Hester setuju bahwa “kelahiran Yesus terjadi pada pertengahan musim dingin, dimana para gembala tidak dapat menggembalakan kawanan ternak mereka diatas bukit di malam hari  selama cuaca dingin.”

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan memberi komentar yang masuk akal dan mendorong semangat untuk menjunjung tinggi kebenaran Injil. Tuhan berkati