Dalam bagian pertama dari seri ini kita telah mempelajari bahwa kekristenan adalah suatu cara hidup yang aktif baik bagi laki-laki maupun bagi wanita.  Tetapi peranan wanita di dalam jemaat adalah sangat berbeda dari laki-laki.  Mereka masing-masing memiliki beberapa perintah yang sama yang dapat kita lihat di bagian dua seri ini tetapi Allah telah menetapkan batasan-batasan tentang bagaimana seorang wanita memenuhi perintah-perintah tersebut seperti yang disebut pada bagian tiga seri ini.

Pendahuluan: Perintah-perintah di dalam Perjanjian Baru adalah untuk semua wanita.

    Kadang-kadang adalah lebih mudah untuk sekedar duduk dan membiarkan wanita lain untuk mengerjakan semua pekerjaan.  Tetapi ingatlah bahwa semua perintah di dalam Perjanjian Baru yang diberikan untuk wanita adalah untuk semua wanita, sama rata, bukan hanya untuk beberapa.  Beberapa anggota jemaat mungkin berpikir bahwa mereka telah menggaji penginjil bahwa istri penginjil memiliki kewajiban untuk lebih banyak bekerja dari pada wanita yang lain.  Tidak ada ayat Alkitab untuk mendukung konsep palsu bahwa “saya dapat membayar seseorang untuk melakukan pekerjaan saya”.  Mungkin saja benar bahwa istri penginjil lebih berpendidikan di bidang hal-hal agama dan dia mengambil peranan memimpin, dengan melalui contoh, tetapi dia harus mengajar orang lain untuk menggunakan talenta mereka dan menolong pekerjaan jemaat.  Dia bukan bos, tetapi pemimpin (Titus 2:4).
    Janganlah seperti lima gadis yang bodoh di dalam  Matius 25:1-13.  Kelihatannya kesemua dari sepuluh gadis itu telah diberikan informasi dan pendidikan yang sama, tetapi lima diantara mereka tidak siap.  Padahal mereka tahu apa yang harus dilakukan.  Mereka kehilangan surga.   Betapa menyedihkan!   Seorang wanita Kristen perlu mempelajari tanggung jawabnya dan melaksanakannya sekarang sebelum terlambat.  Jangan terlalu sibuk melakukan hal-hal lain dan membuat Anda tidak mempunyai waktu untuk pergi ke surga.

I.     Kita tidak dapat hanya melakukan perbuatan baik agar dilihat dan di puji oleh manusia.

    Seorang wanita Kristen perlu melakukan pekerjaan baik, tetapi Matius 6 memperingatkan: "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.  Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.  Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.  Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Matius 6:1-4).

    Sebagai seorang istri dan ibu, seorang wanita Kristen tidak selalu menerima penghargaan dan pujian dari keluarganya.  Tetapi dia dapat melihat kepada hasil dari kebahagiaan dan kesehatan mereka sebagai upah jerih payahnya.  Hal yang sama juga berlaku dalam bekerja di dalam kerajaan.  Terlalu sering ada tugas-tugas yang dikerjakan tanpa disebut atau di puji oleh manusia, tetapi contoh yang dia berikan untuk orang lain selalu akan mendapat bayarannya di masa yang akan datang.

    Jika dia melakukan hal-hal hanya untuk di lihat, di puji dan di upah oleh manusia, maka dia tidak memiliki sikap Kristen yang benar.  Jika motivasinya hanya itu, dia perlu belajar lebih jauh untuk “mendapatkan penyesuaian sikap”.  Dia seharusnya mengerjakan hal-hal yang diperlukan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kerajaan Allah, bukan mengerjakan hal-hal agar dia “merasa senang” Kolose 3:22-25.
II.     Seorang wanita Kristen harus mempunyai pengaruh yang baik dan contoh bagi orang lain.

    Ingatlah, ini mungkin bukan bukti, tetapi seseorang selalu mengawasi.  Pengaruh seorang wanita Kristen adalah salah satu alat yang sangat berkuasa yang dia punyai.  Dia harus memastikan untuk berhati-hati tentang pengaruh seperti apa yang dia pancarkan melalui kehidupannya.  Apakah tetangga-tetangga melihat dia menghadiri semua kebaktian?  Apakah mereka melihat dia menolong orang lain?  Apakah mereka melihat anak-anak yang berdisiplin dari rumahnya?  Apakah mereka melihat seorang suami yang berbahagia?  Para tetangga tidak dapat dibodohi.  Wanita lain dapat melihat jika dia seorang Dorkas (Kisah Rasul 9:36-42) atau Sapira (Kisah Rasul 5:1-11) yang manakah Anda?

    Ketika dia melakukan suatu tugas, seorang Kristen harus selalu memberikan 100% usaha dengan melakukan yang terbaik.

III.     Tugas-tugas khusus yang perlu dilakukan seseorang.  Bagaimana tentang Anda 
           menjadi seseorang itu?

        Seperti yang disebutkan pada pelajaran terdahulu hanya orang buta yang tidak dapat melihat hal-hal yang perlu dikerjakan.  Orang-orang dimana-mana yang kita lihat terluka dan sekarat dalam dosa.  Ada pekerjaan untuk kita semua.  Allah tidak mau mendengarkan dalih-dalih.  Setiap dalih Musa, seorang pemimpin besar yang disampaikan kepada Allah, Allah mempunyai jawabannya (Keluaran 4:1-17).  Jangan mencari-cari alasan, libatkan diri dan jadilah sibuk - hari ini.

        Berikut ini daftar untuk memulai:
        1.    Membersihkan gedung gereja.  Catlah bila perlu.
        2.    Menyiapkan perjamuan Tuhan - Buatlah taplak meja yang baru bila diperlukan.
        3.    Membersihkan halaman gedung gereja.
        4.    Menjaga bayi sementara yang lain melayani.
        5.    Menjaga bayi yang ibunya sakit.
        6.    Memasak dan membersihkan untuk orang sakit.
        7.    Menyiapkan buletin atau pekerjaan sekretaris.

        8.    Menolong ibu muda sepanjang kebaktian.
        9.    Mendorong pemimpin-pemimpin jemaat (dengan kata-kata atau menulis kartu).
        10.    Menerima penginjil tamu atau anggota-anggota yang melakukan perjalanan kedalam rumah Anda.
        11.    Mengunjungi yang sakit.
        12.    Menolong pada saat ada kematian.
        13.    Mengajar kelas anak-anak.
        14.    Mengirim kartu kepada keluarga penginjil untuk mengatakan bahwa Anda menghargai
                 pekerjaan mereka.
        15.    Membacakan Alkitab kepada orang tua yang tidak dapat melihat dengan jelas.
        16.    Berbelanja untuk seseorang.
        17.    Menyiapkan makanan untuk orang yang membutuhkan dorongan.
        18.    Mengajar para remaja untuk memasak atau menjahit.
        19.    Tinggal di rumah sakit dengan orang yang sakit agar anggota keluarganya dapat i
                 stirahat atau makan.
        20.    Menolong guru kelas Alkitab dengan alat-alat peraga.  Apalagi yang dapat ditambahkan
                 pada daftar ini?

Kesimpulan:
Janganlah lelah dalam melakukan perbuatan baik.

Galatia 6:1-10 mengatakan “Saling menanggung beban”.  Tetapi hati-hati jangan berpikir terlalu tinggi untuk diri sendiri.  Setiap orang bertanggung jawab untuk pekerjaan yang dia lakukan dan akan dimintai perhitungan atas hasilnya.  Lalu kita diperingatkan di dalam ayat 9 untuk bersabar sebab jika kita melakukan pekerjaan baik kita akan menuai upah tertinggi, dan surga akan bernilai dari segalanya.

Ini adalah pelajaran terakhir dalam topik “Peranan wanita di dalam jemaat” tetapi, ini bukanlah semua yang dikatakan tentang subjek ini.  Ini hanya sekilas untuk membuat kita berpikir dan mencari cara agar kita sebagai individu wanita Kristen dapat menggunakan talenta kita yang unik untuk melaksanakan tanggung jawab kita.  “Hendaklah terangmu bercahaya di hadapan semua orang” agar kita dapat selamat.  Bulan depan kita akan memulai seri baru, “Wanita pekerja Allah”.

1 komentar:

  1. Anonim5.4.12

    Artikel ini sangat bagus dibaca oleh semua wanita!!!!!

    BalasHapus

Silakan memberi komentar yang masuk akal dan mendorong semangat untuk menjunjung tinggi kebenaran.